Laut Dalam

January 24, 2010

Definisi Laut Dalam
Laut dalam merupakan seluruh zona yang berada di bawah zona eufotik (zona bercahaya), mencakup zona batipelagis, abisal dan hadal (Nontji,2002). Sealin itu dapat pula diartikan sebagai bagian dari lingkungan bahari yang terletak di bawah kedalaman yang dapat diterangi sinar matahari di laut terbuka dan lebih dalam dari paparan benua (>200m) (Nybakken,1982).
Zonasi Laut Dalam
a. Wilayah Laut Dalam
  • 85% dari luas dan 90% dari volume seluruh permukaan bumi yang tertutupi air
  • 75% dari wilayah laut, terletak di kedalaman > 3.000 meter
  • Palung dengan kedalaman >6.000 meter (terdapat 22 palung di dunia); Palung terdalam: Palung Mariana à 11.022 meter
  • Ekosistem unik: Hydrothermal vents, Cold hydrocarbon seeps dan lapisan pemberai dalam
  • Parameter fisika air umumnya seragam (suhu, salinitas, densitas, kadar O2)
  • Tekanan hidrosatis yang terus meningkat dengan semakin bertambahnya kedalaman, Tidak ada tumbuhan yang hidup
  • Biota: mikrobial dan hewan dengan mekanisme adaptasi tertentu yang bisa hidup
  • Sumber makanan yang langka
  • Paling sedikit diketahui dan diteliti (baru 1 % yang telah dieksplorasi dan dipelajari)
  • Tempat pembuangan sampah akhir terbesar di dunia)

b. Batasan Zona Kedalaman Perairan
Berdasarkan keadaan cahaya yang terdapat dalam laut, secara vertikal laut dibagi menjadi 3 zona. Zonasi ini dapat memiliki rentang kadalaman yang berbeda menurut kondisi geografis laut yang bersangkutan
– Batas bawah zona fotik di laut tropis s/d 200 meter
– Batas atas zona batipelagis di laut subtropis-dingin mulai dari 150 meter
Pembagian zona tersebut antara lain:
Zona Eufotik/photic
Memiliki rentang dari permukaan laut s/d kedalaman di mana cahaya masih memungkinkan untuk keberlangsungan proses fotosintesis
Disebut: Zona Epipelagis (0-150 meter)
Zona Disfotik
Terdapat dibawah zona eufotik dimana cahaya yang ada sudah terlalu redup untuk mendukung proses fotosintesis
Disebut: Zona Mesopelagis (150-1.000 meter)
Zona Afotik
Zona yang pilng bawah dan merupakan zona yang gelap gulita sepanjang masa, umumnya terdapat pada kedalaman >1.000 meter
Afotik dibagi menjadi 3 kedalaman
Zona Batipelagis —–150/1.000 – 3.000 meter
Zona Abisal —— 3.000 – 6.000 meter
Zona Hadal ——– > 6.000 meter
Kondisi Lingkungan Laut Dalam
Cahaya
Pada umumnya keadaan di laut dalam redup sampai gelap gulita, sehingga tidak ada proses fotosintesis berlangsung di dalam sana.
Tekanan Hidrostatis
Tekanan hidrostatis meningkat secara konstan sebanya 1 ATM (1 kg/cm2), setiap pertambahan kedalaman 10 meter, sehingga dapat dikatakan bahwa tekanan hidrostatisk yang bekerja di laut dalam sangat ekstrim.
Suhu
Suhu umumnya seragam, dengan kisaran 1 – 3oC (kecuali wilayah hydrothermal vents (>80oC) dan cold hydrocarbon seeps (<1 oC).
Salinitas di laut dalam mumnya seragam (35 permil), pada daerah cold hydrocarbon seeps (hipersain = 40 permil).
Sirkulasi Air
Sirkulasi air sangat lamban (< 5 cm/detik), tergantung pada bentuk dan topografidasar laut. Sikulasi air dan ventilasi dalam palung sangat menentukan kadar oksigen di laut dalam.
Kadar Oksigen
Kadar Oksigen cukup untuk menghidupi seluruh organisme di laut dalam (DO= 4% s/d 6%; di perairan eufotik, DO= 3.5% s/d 7%). Sumber oksigen utama: air permukaan laut di Antartika dan Arktik yang kaya Oksigen. Air bersifat anoksik : Teluk Kau (Halmahera), Palung Carioca (Venezuela), Palung Santa Barbara (USA)
Tipe Substrat
Tipe substrat terdiri atas substrat yang halus dan substrat berbatu di daerah mid-ocean ridge.
Suplai makanan
Suplai makanan langka, bergantung pada pakan yang diproduksi di tempat lain dan terangkut oleh proses hidrodinamis ke wilayah laut dalam
Jenis pakan
Hujan plankton atau partikel organik lain
Jatuhan bangkai hewan besar atau tumbuhan
Bakteri berlemak yang mudah dicerna (rata-rata populasi bakteri 2mgC/m2)
Bahan organik terlarut
Biota di Laut Dalam dan Adaptasinya
Komposisi biota laut dalam beserta biomassanya didominasi detritus feeder, yaitu:
– Sepon (porifera)                               – Teripang (Holothuroidea)
– Bintang laut (Asteroidea)                 – Anemon laut (Anthozoa)
– Karang (Anthozoa)                            – Polychaeta (Annelida)
– Echiura dan Sipuncula                      – Kima (Molusca)
– Crustacea                                          – Dan hewan lainnya
Biota laut dalam dibagi menjadi 2 kelompok:
a. Kolom perairan (Pelagis)
– Penghuni mesopelagis
– Penghuni batipelagis dan abisal-pelagis
b. Dasar perairan (Bentik)
Penghuni dasar batial
Penghuni dasar abisal
Penghuni dasar ultra-abisal (hadal)
Penelitian di Laut Dalam
· Pelaksanaan kegiatan penelitian di laut dalam jauh lebih sulit dibanding di luar angkasa
· Hambatan utama melakukan penelitian di laut dalam adalah tekanan yang sangat besar, dibandingkan dengan luar angkasayang hampa udara (tekanan = 0 atm)
· Pada masa lalu, sampel dari laut dalam diperoleh dengan alat berupa jaring/pengeruk besar yang dioperasikan dari atas kapal oleh tali penghubung yang sangat panjang (diperlukan tali dengan panjang 2-3 kali dari titik kedalaman yang akan diteliti)
· Kini penelitian bisa dilaksanakan dengan ROV (Remotely Operated Vehicle) dan kapal selam

Definisi Laut Dalam
Laut dalam merupakan seluruh zona yang berada di bawah zona eufotik (zona bercahaya), mencakup zona batipelagis, abisal dan hadal (Nontji,2002). Sealin itu dapat pula diartikan sebagai bagian dari lingkungan bahari yang terletak di bawah kedalaman yang dapat diterangi sinar matahari di laut terbuka dan lebih dalam dari paparan benua (>200m) (Nybakken,1982).
Zonasi Laut Dalam
a. Wilayah Laut Dalam
  • 85% dari luas dan 90% dari volume seluruh permukaan bumi yang tertutupi air
  • 75% dari wilayah laut, terletak di kedalaman > 3.000 meter
  • Palung dengan kedalaman >6.000 meter (terdapat 22 palung di dunia); Palung terdalam: Palung Mariana à 11.022 meter
  • Ekosistem unik: Hydrothermal vents, Cold hydrocarbon seeps dan lapisan pemberai dalam
  • Parameter fisika air umumnya seragam (suhu, salinitas, densitas, kadar O2)
  • Tekanan hidrosatis yang terus meningkat dengan semakin bertambahnya kedalaman, Tidak ada tumbuhan yang hidup
  • Biota: mikrobial dan hewan dengan mekanisme adaptasi tertentu yang bisa hidup
  • Sumber makanan yang langka
  • Paling sedikit diketahui dan diteliti (baru 1 % yang telah dieksplorasi dan dipelajari)
  • Tempat pembuangan sampah akhir terbesar di dunia)

b. Batasan Zona Kedalaman Perairan
Berdasarkan keadaan cahaya yang terdapat dalam laut, secara vertikal laut dibagi menjadi 3 zona. Zonasi ini dapat memiliki rentang kadalaman yang berbeda menurut kondisi geografis laut yang bersangkutan
– Batas bawah zona fotik di laut tropis s/d 200 meter
– Batas atas zona batipelagis di laut subtropis-dingin mulai dari 150 meter
Pembagian zona tersebut antara lain:
Zona Eufotik/photic
Memiliki rentang dari permukaan laut s/d kedalaman di mana cahaya masih memungkinkan untuk keberlangsungan proses fotosintesis
Disebut: Zona Epipelagis (0-150 meter)
Zona Disfotik
Terdapat dibawah zona eufotik dimana cahaya yang ada sudah terlalu redup untuk mendukung proses fotosintesis
Disebut: Zona Mesopelagis (150-1.000 meter)
Zona Afotik
Zona yang pilng bawah dan merupakan zona yang gelap gulita sepanjang masa, umumnya terdapat pada kedalaman >1.000 meter
Afotik dibagi menjadi 3 kedalaman
Zona Batipelagis —–150/1.000 – 3.000 meter
Zona Abisal —— 3.000 – 6.000 meter
Zona Hadal ——– > 6.000 meter
Kondisi Lingkungan Laut Dalam
Cahaya
Pada umumnya keadaan di laut dalam redup sampai gelap gulita, sehingga tidak ada proses fotosintesis berlangsung di dalam sana.
Tekanan Hidrostatis
Tekanan hidrostatis meningkat secara konstan sebanya 1 ATM (1 kg/cm2), setiap pertambahan kedalaman 10 meter, sehingga dapat dikatakan bahwa tekanan hidrostatisk yang bekerja di laut dalam sangat ekstrim.
Suhu
Suhu umumnya seragam, dengan kisaran 1 – 3oC (kecuali wilayah hydrothermal vents (>80oC) dan cold hydrocarbon seeps (<1 oC).
Salinitas di laut dalam mumnya seragam (35 permil), pada daerah cold hydrocarbon seeps (hipersain = 40 permil).
Sirkulasi Air
Sirkulasi air sangat lamban (< 5 cm/detik), tergantung pada bentuk dan topografidasar laut. Sikulasi air dan ventilasi dalam palung sangat menentukan kadar oksigen di laut dalam.
Kadar Oksigen
Kadar Oksigen cukup untuk menghidupi seluruh organisme di laut dalam (DO= 4% s/d 6%; di perairan eufotik, DO= 3.5% s/d 7%). Sumber oksigen utama: air permukaan laut di Antartika dan Arktik yang kaya Oksigen. Air bersifat anoksik : Teluk Kau (Halmahera), Palung Carioca (Venezuela), Palung Santa Barbara (USA)
Tipe Substrat
Tipe substrat terdiri atas substrat yang halus dan substrat berbatu di daerah mid-ocean ridge.
Suplai makanan
Suplai makanan langka, bergantung pada pakan yang diproduksi di tempat lain dan terangkut oleh proses hidrodinamis ke wilayah laut dalam
Jenis pakan
Hujan plankton atau partikel organik lain
Jatuhan bangkai hewan besar atau tumbuhan
Bakteri berlemak yang mudah dicerna (rata-rata populasi bakteri 2mgC/m2)
Bahan organik terlarut
Biota di Laut Dalam dan Adaptasinya
Komposisi biota laut dalam beserta biomassanya didominasi detritus feeder, yaitu:
– Sepon (porifera)                               – Teripang (Holothuroidea)
– Bintang laut (Asteroidea)                 – Anemon laut (Anthozoa)
– Karang (Anthozoa)                            – Polychaeta (Annelida)
– Echiura dan Sipuncula                      – Kima (Molusca)
– Crustacea                                          – Dan hewan lainnya
Biota laut dalam dibagi menjadi 2 kelompok:
a. Kolom perairan (Pelagis)
– Penghuni mesopelagis
– Penghuni batipelagis dan abisal-pelagis
b. Dasar perairan (Bentik)
Penghuni dasar batial
Penghuni dasar abisal
Penghuni dasar ultra-abisal (hadal)
Penelitian di Laut Dalam
· Pelaksanaan kegiatan penelitian di laut dalam jauh lebih sulit dibanding di luar angkasa
· Hambatan utama melakukan penelitian di laut dalam adalah tekanan yang sangat besar, dibandingkan dengan luar angkasayang hampa udara (tekanan = 0 atm)
· Pada masa lalu, sampel dari laut dalam diperoleh dengan alat berupa jaring/pengeruk besar yang dioperasikan dari atas kapal oleh tali penghubung yang sangat panjang (diperlukan tali dengan panjang 2-3 kali dari titik kedalaman yang akan diteliti)
· Kini penelitian bisa dilaksanakan dengan ROV (Remotely Operated Vehicle) dan kapal selam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: